Mufasyahnews.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar menggelar uji kompetensi bagi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar untuk masa kerja 2026–2031. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Sekretaris Kota, Kantor Balai Kota Makassar, sebagai bagian dari tahapan seleksi untuk menjaring figur terbaik.
Sebanyak 64 peserta mengikuti proses seleksi lanjutan berupa wawancara, setelah sebelumnya menjalani tahapan Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah. Seleksi ini dilakukan untuk memastikan para calon memiliki kemampuan, integritas, serta pemahaman yang memadai dalam pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel.
Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan objektif. Ia menyebut, langkah ini bertujuan untuk mendapatkan pimpinan Baznas yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mengelola zakat secara transparan.
“Seleksi ini bertujuan menjaring calon pimpinan yang berintegritas dan mampu mengelola zakat secara akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran strategis Baznas dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, pimpinan Baznas ke depan diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat. Hal ini dinilai penting agar kinerja Baznas semakin efektif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Makassar, Moh Syarief, menjelaskan bahwa tahap wawancara dilakukan secara menyeluruh oleh tim panitia seleksi guna menggali lebih dalam kapasitas para peserta.
“Hari ini merupakan tahap wawancara hari kedua. Seluruh peserta akan diwawancarai langsung oleh tim pansel untuk melihat kualitas mereka secara komprehensif,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap peserta akan bertemu dengan seluruh anggota panitia seleksi guna menjamin proses penilaian berjalan objektif dan transparan. Dalam tahap ini, tim menilai berbagai aspek, mulai dari kompetensi manajerial, pemahaman syariah, pengalaman, hingga inovasi dan komitmen.
Syarief menyebut, Pemkot Makassar menaruh harapan besar agar pimpinan Baznas yang terpilih mampu menghadirkan terobosan dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi, termasuk dinamika pascapandemi dan kondisi global saat ini.
Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid sebagai potensi besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk membantu pelaku UMKM.
“Pengelolaan UPZ yang baik dapat menjadi peluang besar dalam meningkatkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Proses seleksi akan terus berlanjut hingga ditetapkannya pimpinan Baznas Kota Makassar yang dinilai paling memenuhi kriteria. Hasil uji kompetensi ini nantinya menjadi dasar dalam penentuan pimpinan Baznas periode 2026–2031.












