Mufasyahnews.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan fenomena sinkhole yang terjadi di kawasan pertanian Pombatan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, disebabkan oleh proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan amblesan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses alamiah yang berlangsung secara bertahap. Proses ini dipicu oleh rekahan pada lapisan lapukan batuan tuff yang menjadi jalur masuk air hujan ke dalam tanah.
“Air yang mengalir melalui rekahan memicu erosi buluh dan membentuk rongga di bawah permukaan hingga akhirnya tanah runtuh,” ujar Lana dalam keterangan tertulis di Bandung, Selasa (6/1/2026).
Hasil analisis Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGTL) menunjukkan, di bawah lapisan batuan tuff terdapat batu gamping malihan yang bersifat kedap air, sehingga mempercepat pembentukan rongga bawah tanah. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya curah hujan. Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan di wilayah itu mencapai rata-rata 2.000–2.500 milimeter per tahun.
Sinkhole terjadi pada 4 Januari 2026 di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua. Lubang amblesan yang terbentuk memiliki diameter sekitar 20 meter dengan kedalaman sekitar 15 meter, didahului munculnya rekahan di area persawahan dan disertai suara gemuruh dari dalam tanah.
Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap waspada, melakukan pemantauan apabila muncul retakan baru, serta segera melaporkannya kepada aparat setempat. Fenomena serupa dinilai berpotensi terjadi di lahan pertanian lain di sekitar lokasi.












