Mufasyahnews.com, Makassar – Camat Wajo, Ivan Kalalembang, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema Rencana Induk Pengelolaan Sampah yang berlangsung di Auditorium Lantai 2 Gedung TP PKK, Jalan Balaikota No.17, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya percepatan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ivan memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dijalankan di wilayah Kecamatan Wajo, mulai dari tahap persiapan hingga operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Ia menyebut, perubahan dari sistem pembuangan terbuka (open dumping) ke metode sanitary landfill atau controlled landfill menjadi langkah penting yang perlu dilakukan secara bersama.
“Transformasi ini merupakan langkah besar yang harus dilaksanakan secara serentak oleh semua pihak,” ujarnya.
Selain fokus pada infrastruktur, edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat. Pemerintah Kecamatan Wajo menggandeng mahasiswa GMKI Komisariat UKI Paulus untuk menyosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, khususnya kepada pelaku usaha seperti restoran, hotel, dan kafe.
Ivan juga mengungkapkan, TPS3R di Kelurahan Malimongan Tua telah beroperasi selama dua bulan dan menunjukkan hasil yang cukup positif. Pengelolaan sampah organik di lokasi tersebut kini diarahkan pada produksi kompos dan budidaya maggot.
Menurutnya, capaian ini turut didukung oleh bantuan dari Ketua Dewan Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, berupa dua unit Magoobox tower, 17 komposter kontainer, serta 37 lubang biopori.
Ke depan, pihak kecamatan menargetkan penyelesaian pembangunan fasilitas pengomposan dengan metode aerobik sebanyak empat petak, dilengkapi dua unit mesin pencacah guna mempercepat proses pengolahan dalam skala besar.
Dalam dua pekan terakhir, TPS3R Kecamatan Wajo tercatat mampu mengolah sampah organik menjadi sekitar 100 kilogram kompos hanya dalam waktu dua hari.
Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat terus dioptimalkan untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.












