Mufasyahnews.com, Pangkep – Upaya evakuasi korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 di wilayah pegunungan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus ditingkatkan. Tim SAR Gabungan mengintensifkan pencarian setelah ditemukan lokasi jenazah korban di kawasan Tompobulu pada Minggu (18/1/2026).
Pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut diketahui membawa 10 orang, termasuk pilot, dalam misi negara saat mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Bulusaraung.
Untuk mempercepat proses evakuasi di medan yang sulit dijangkau, tim SAR Gabungan membentuk satuan khusus yang akan bergerak langsung menuju titik lokasi jatuhnya pesawat. Dalam rapat evaluasi dan koordinasi lintas instansi, seorang warga lokal bernama Arman (38) ditunjuk sebagai pemimpin tim lapangan.
Komandan Korem 141/Toddopuli, Andre Clift Rumbayan, menjelaskan bahwa Arman dipilih karena dinilai paling memahami kondisi medan dan merupakan pihak yang pertama kali menemukan lokasi jenazah korban.
“Beliau menguasai medan dan menemukan posisi jenazah. Diharapkan dapat memimpin tim melalui jalur yang lebih aman dan tidak terlalu ekstrem,” ujar Andre.
Tim yang dipimpin Arman beranggotakan sekitar 30 personel SAR gabungan, dengan jumlah yang bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan. Tim dijadwalkan bergerak dari Pos Tompobulu pada Senin (19/1/2026) pukul 07.00 WITA dengan membawa perlengkapan khusus untuk medan pegunungan.
Sebelumnya, pada Minggu siang atau hari kedua operasi pencarian, satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki berhasil ditemukan di jurang saat proses penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dengan mengedepankan faktor keselamatan personel mengingat medan terjal dan cuaca yang tidak menentu di kawasan Pegunungan Bulusaraung.












