Evakuasi Pesawat ATR 42-500 Dipercepat, Warga Lokal Pimpin Tim SAR di Pegunungan Bulusaraung

- Admin

Senin, 19 Januari 2026 - 08:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Pangkep  – Upaya evakuasi korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 di wilayah pegunungan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus ditingkatkan. Tim SAR Gabungan mengintensifkan pencarian setelah ditemukan lokasi jenazah korban di kawasan Tompobulu pada Minggu (18/1/2026).

Pesawat yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut diketahui membawa 10 orang, termasuk pilot, dalam misi negara saat mengalami kecelakaan di wilayah Pegunungan Bulusaraung.

Untuk mempercepat proses evakuasi di medan yang sulit dijangkau, tim SAR Gabungan membentuk satuan khusus yang akan bergerak langsung menuju titik lokasi jatuhnya pesawat. Dalam rapat evaluasi dan koordinasi lintas instansi, seorang warga lokal bernama Arman (38) ditunjuk sebagai pemimpin tim lapangan.

Komandan Korem 141/Toddopuli, Andre Clift Rumbayan, menjelaskan bahwa Arman dipilih karena dinilai paling memahami kondisi medan dan merupakan pihak yang pertama kali menemukan lokasi jenazah korban.

“Beliau menguasai medan dan menemukan posisi jenazah. Diharapkan dapat memimpin tim melalui jalur yang lebih aman dan tidak terlalu ekstrem,” ujar Andre.

Tim yang dipimpin Arman beranggotakan sekitar 30 personel SAR gabungan, dengan jumlah yang bersifat fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan. Tim dijadwalkan bergerak dari Pos Tompobulu pada Senin (19/1/2026) pukul 07.00 WITA dengan membawa perlengkapan khusus untuk medan pegunungan.

Sebelumnya, pada Minggu siang atau hari kedua operasi pencarian, satu jenazah korban berjenis kelamin laki-laki berhasil ditemukan di jurang saat proses penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dengan mengedepankan faktor keselamatan personel mengingat medan terjal dan cuaca yang tidak menentu di kawasan Pegunungan Bulusaraung.

Berita Terkait

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi
BPBD Makassar Siapkan 1.000 Tandon Air Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino 2026
Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
Konsolidasi Internal Belum Rampung, Musda Golkar Sulsel Kembali Tertunda
Jelang May Day, Polrestabes Makassar Libatkan 1.200 Personel Gabungan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Lepas 331 Calon Jemaah Haji Makassar 1447 H
Pemkot Makassar Adopsi Konsep Blok M untuk Hidupkan Kembali Pasar Sentral
Pemkot Makassar Gelar Uji Kompetensi Calon Pimpinan Baznas 2026–2031

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:36 WITA

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:30 WITA

BPBD Makassar Siapkan 1.000 Tandon Air Hadapi Ancaman Kekeringan El Nino 2026

Kamis, 30 April 2026 - 16:51 WITA

Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP

Kamis, 30 April 2026 - 16:46 WITA

Konsolidasi Internal Belum Rampung, Musda Golkar Sulsel Kembali Tertunda

Kamis, 30 April 2026 - 08:16 WITA

Jelang May Day, Polrestabes Makassar Libatkan 1.200 Personel Gabungan

Rabu, 29 April 2026 - 16:51 WITA

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Lepas 331 Calon Jemaah Haji Makassar 1447 H

Minggu, 26 April 2026 - 22:37 WITA

Pemkot Makassar Adopsi Konsep Blok M untuk Hidupkan Kembali Pasar Sentral

Minggu, 26 April 2026 - 22:18 WITA

Pemkot Makassar Gelar Uji Kompetensi Calon Pimpinan Baznas 2026–2031

Berita Terbaru