Gelorakan Siri’ na Pacce, Ustadz Zaitun Rasmin Serukan Aksi Nyata Bela Al-Aqsha

- Admin

Senin, 6 April 2026 - 22:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Bulukumba – Gema takbir dan suasana hangat silaturahmi Syawal 1447 H memenuhi Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Bulukumba, Ahad (5/4/2026). Namun, di balik kemeriahan Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah tersebut, terselip pesan mendalam yang menyentuh sanubari ribuan jamaah yang hadir.

Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., mengawali orasinya dengan menceritakan kejadian penutupan Masjidil Aqsha.

Ia menegaskan bahwa penutupan kiblat pertama umat Islam selama lebih dari sebulan ini bukan sekadar berita biasa, melainkan kedukaan besar.

“Masjidil Aqsha ditutup. Ini Adalah kesedihan dan kedukaan kita. Kita sudah bersuara sejak awal,” tegas Kyai Zaitun.

Sayangnya, Ketua MUI Bidang Ukhuwah ini menyayangkan sikap diamnya sebagian besar umat Islam saat saudara-saudaranya di Gaza terus terhimpit blokade zionis.

Ketidakpedulian inilah yang menurutnya menjadi tantangan terbesar, padahal kabar penindasan tersebut sudah terang-benderang sejak bulan Ramadan lalu.

“Kita sedih Ketika umat Islam tidak bergerak. Ketika umat Islam diam. Dari Maroko sampai Merauke, kecuali yang dapat dari Rahmat Allah itu juga sedikit,” tambahnya.

Berangkat dari keprihatinan di tanah Palestina, Kyai Zaitun kemudian menarik benang merah ke arah situasi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.

Ia mengingatkan agar semangat membela kemanusiaan tidak boleh dicoreng oleh tindakan yang justru merugikan sesama Muslim.

Ia menyoroti ketegangan antara Iran dan negara-negara Teluk, seraya berpesan agar energi perjuangan difokuskan sepenuhnya untuk melawan penjajah.

“Jika Iran fokus menyerang penjajah maka tentu simpati akan besar kepada mereka,” kata dia.

Ketajaman dalam melihat masalah global ini, menurut Kyai Zaitun, memerlukan kacamata ketakwaan, bukan sekadar hawa nafsu atau semangat yang meledak-ledak.

Ia mengajak umat untuk bersikap objektif dan adil dalam menilai, termasuk menyikapi perbedaan mazhab seperti Syiah. Baginya, menjaga akidah itu fundamental, namun tidak boleh membuat kita kehilangan rasa adil.

Maka dari itu, Kyai Zaitun menekankan pentingnya meluruskan pandangan dan bersikap adil termasuk pada orang kafir sekalipun, sebagaimana Alquran memberikan petunjuk tentang hubungan kaum beriman dengan Romawi dan juga Persia.

Keadilan dalam berpikir inilah yang kemudian harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata melalui konstitusi perdamaian dunia.

Wahdah Islamiyah secara tegas mendukung penuh jika pemerintah mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.

“Melaksanakan konstitusi perdamaian dunia wajib kita dukung pengiriman pasukan ke Gaza, sebagai muslim itu juga bahagian dari jihad. Tentu yang bertugas akan merasa bangga karena itu persembahan yang patut dibanggakan,” tuturnya.

Namun, bagi dia, perjuangan besar itu harus dimulai dari hal-hal kecil di dalam diri, yakni menghidupkan nilai-nilai Islam melalui ketakwaan yang nyata, berbagi dengan sesama di masa sulit, menahan amarah, dan menjaga lisan agar tidak menyakiti.

Sebagai penutup yang mengunci seluruh rangkaian pesan, Kyai Zaitun menekankan pentingnya loyalitas atau Al-Wala. Loyalitas ini tidak hanya tertuju pada kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi juga tegak lurus pada aturan pemimpin, ulama, serta dasar negara Pancasila dan UUD 1945.

“Jaga loyalitas kita pada kebenaran, al wala lil hak. Kita muslim loyal pada Islam. Harus loyal pada pemimpin. Baik itu pemimpin ulama maupun pemimpin di Masyarakat,” serunya.

Berita Terkait

Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU
Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati, Denda Rp1 Miliar Resmi Dilunasi Keluarga
Bank Sampah Unit Jadi Program Baru Pemkot Makassar Tekan Volume Sampah
Munafri: Hadiah 100 Juta RT Terbaik untuk Kepentingan Warga, Bukan Pribadi Pengurus
Pelemahan Nilai Rupiah Picu Kenaikan Harga Elektronik di Makassar
Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan
Muhammad Alwi: Pendidikan Bukan Sekadar Hak, tetapi Investasi Masa Depan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29 WITA

Eks Wakil Kepala BGN Serahkan 26 Nama ke Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:25 WITA

Kelangkaan Solar Kembali Terjadi di Makassar, Antrean Truk dan Bus Mengular di SPBU

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:21 WITA

Kasus Skincare Ilegal Mira Hayati, Denda Rp1 Miliar Resmi Dilunasi Keluarga

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:14 WITA

Bank Sampah Unit Jadi Program Baru Pemkot Makassar Tekan Volume Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:27 WITA

Pelemahan Nilai Rupiah Picu Kenaikan Harga Elektronik di Makassar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WITA

Makassar Hasilkan 1.036 Ton Sampah per Hari, Pemkot Perkuat Kolaborasi Penanganan

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:32 WITA

Muhammad Alwi: Pendidikan Bukan Sekadar Hak, tetapi Investasi Masa Depan Daerah

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:14 WITA

5.502 Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah pada Fase Gelombang Kedua

Berita Terbaru