Gunung Semeru Erupsi Enam Kali Sejak Dini Hari, Kolom Letusan Capai 1.000 Meter

- Admin

Senin, 19 Januari 2026 - 12:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Lumajang  – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami enam kali erupsi sejak dini hari hingga pagi hari, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan laporan pengamatan, letusan terjadi beruntun pada pukul 00.22 WIB, 00.36 WIB, 00.50 WIB, 05.19 WIB, 06.44 WIB, dan 08.36 WIB. Dari rangkaian tersebut, erupsi dengan kolom letusan tertinggi tercatat pada pagi hari.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa letusan pada pukul 05.19 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut,” ujarnya dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

Selain erupsi, aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga terpantau dominan. Pada periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, tercatat 36 kali gempa letusan dengan amplitudo 12–22 milimeter dan durasi 86–156 detik.

Tercatat pula tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 4–7 milimeter dan durasi 33–73 detik. Aktivitas lainnya meliputi tiga kali gempa harmonik dengan amplitudo 10–11 milimeter dan durasi 118–360 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7 milimeter dan durasi 39 detik.

Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada level Siaga (Level III). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang wajib dipatuhi masyarakat.

Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak memasuki radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena berisiko terkena lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan berupa awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat terjadi di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.

Berita Terkait

TPNPB Klaim Serang Rombongan Freeport di Papua, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Senjata Dirampas
Pesawat Tempur TNI F-16 dan Super Tucano Mendarat di Jalan Tol Lampung
Gubernur Sulsel Mulai Pembangunan Jalan Multiyears Rp274 Miliar, Empat Daerah Terhubung 209 Kilometer
Ketua DPRD Makassar Kunjungi Tribun Timur, Dukung Perayaan HUT ke-22
Munafri Rombak Besar Birokrasi Makassar 109 Pejabat Dilantik Hampir Seluruh Camat Berganti
27 Daerah Pascabanjir Sumatera Pulih Pemerintah Fokus 10 Wilayah Kritis
Pemprov Sulsel Gelar Jalan Sehat Anti Mager Peringati Bulan K3 Nasional 2026
Mensos Prihatin Kasus Siswa SD di NTT Diduga Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:03 WITA

TPNPB Klaim Serang Rombongan Freeport di Papua, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Senjata Dirampas

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:43 WITA

Pesawat Tempur TNI F-16 dan Super Tucano Mendarat di Jalan Tol Lampung

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:24 WITA

Gubernur Sulsel Mulai Pembangunan Jalan Multiyears Rp274 Miliar, Empat Daerah Terhubung 209 Kilometer

Senin, 9 Februari 2026 - 18:18 WITA

Ketua DPRD Makassar Kunjungi Tribun Timur, Dukung Perayaan HUT ke-22

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:55 WITA

Munafri Rombak Besar Birokrasi Makassar 109 Pejabat Dilantik Hampir Seluruh Camat Berganti

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:53 WITA

27 Daerah Pascabanjir Sumatera Pulih Pemerintah Fokus 10 Wilayah Kritis

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:12 WITA

Pemprov Sulsel Gelar Jalan Sehat Anti Mager Peringati Bulan K3 Nasional 2026

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:49 WITA

Mensos Prihatin Kasus Siswa SD di NTT Diduga Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku

Berita Terbaru