Mufasyahnews.com, Makassar – Beredar undangan konsolidasi yang ditujukan kepada berbagai organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Maros, yang diinisiasi oleh Muhammad Bakri, Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Maros. Dalam undangan tersebut, Bakri menyerukan penolakan terhadap Suhartina Bohari sebagai Pejabat Sementara (Pj) Bupati Maros, dengan alasan dugaan penyalahgunaan narkoba berdasarkan hasil tes BNN Sulsel yang menunjukkan positif amphetamin dan methamphetamin.
Namun, undangan ini menuai tanggapan dari Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Maros, Alfian Palaguna. Alfian dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam gerakan tersebut karena menganggapnya tendensius dan sarat muatan politik. Ia menilai gerakan ini tidak objektif karena hanya merujuk pada hasil tes dari BNN Sulsel tanpa mempertimbangkan hasil pembanding dari BNN DKI Jakarta, yang menyatakan Suhartina negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.
“Publik sudah tahu bahwa ada dua hasil tes yang berbeda. BNN Sulsel menyatakan positif, namun hasil BNN DKI Jakarta yang sah secara hukum menyatakan negatif. Tidak ada yang membantah hasil tes BNN DKI, yang mengonfirmasi bahwa Suhartina tidak terindikasi menyalahgunakan narkotika,” kata Alfian.
Alfian juga mengkritik seruan Bakri untuk melakukan rehabilitasi atau proses hukum terhadap Suhartina, yang menurutnya adalah tindakan politis dan tidak masuk akal. “Bagaimana mungkin rehabilitasi dilakukan jika hasil pemeriksaan terbaru dari BNN DKI Jakarta menunjukkan tidak ada indikasi penyalahgunaan narkotika?” ujarnya.
Alfian juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh gerakan yang dinilainya ditunggangi oleh kepentingan politik. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas menjelang Pilkada Kabupaten Maros dan tidak membiarkan isu-isu semacam ini memicu ketegangan di masyarakat.
“Ini gerakan yang jelas-jelas bermuatan politik, apalagi publik sudah mengetahui latar belakang Bakri dan sepak terjangnya dalam kontestasi politik di Maros. Gerakan ini nampak bertujuan untuk menggagalkan Suhartina sebagai Penjabat Sementara Bupati,” tegasnya.
Alfian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga pilkada yang damai dan tidak terlibat dalam gerakan-gerakan politis yang dapat memicu instabilitas keamanan.
“Mari kita jaga ketenangan dan tidak terlibat dalam provokasi yang bisa merusak suasana pilkada,” pungkas Alfian.












