Mufasyahnews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Presiden Prabowo Subianto memantau langsung perkembangan pasar modal Indonesia menyusul keputusan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta penilaian sejumlah lembaga keuangan internasional.
“Hari ini kami memonitor arahan Bapak Presiden. Bapak Presiden secara langsung memonitor perkembangan pasar modal akibat regulasi dan keputusan MSCI, serta lembaga rating lain seperti UBS dan Goldman Sachs,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Airlangga menegaskan, pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah dinamika pasar global. Ia menyebut koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berjalan baik, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah kembali stabil.
Menindaklanjuti arahan Presiden, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal, antara lain percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) serta peningkatan porsi saham beredar (free float) emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut diharapkan memperkuat tata kelola pasar, meningkatkan likuiditas, dan menjadi sinyal positif bagi investor global bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjaga statusnya sebagai negara emerging market.












