Mufasyahnews.com, Makassar – Universitas Hasanuddin menjadi perguruan tinggi pertama yang membangun dan mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai upaya memperluas peran kampus, tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menjelaskan bahwa pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dirancang untuk mengintegrasikan tiga pilar utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem terpadu.
Menurutnya, kampus ingin memastikan hasil riset dan keilmuan tidak berhenti di ruang akademik, melainkan dapat diimplementasikan secara langsung. “SPPG ini didorong berbasis kekuatan internal Unhas, termasuk melibatkan para ahli gizi, agar setiap produk tidak hanya berkualitas tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi masyarakat,” ujar Jamaluddin, dikutip dari laman resmi Unhas, Kamis (30/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia meninjau kesiapan SPPG pada 25 Maret 2026.
Lebih lanjut, Jamaluddin menegaskan keterlibatan langsung kampus bertujuan menjadikan program MBG sebagai “laboratorium hidup”. Melalui skema ini, mahasiswa dan dosen dapat terlibat dalam seluruh proses, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengembangan inovasi pangan berbasis gizi.
SPPG Unhas dikembangkan melalui Yayasan Metavisi Akademika Nusantara dengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Rantai pasok mencakup pengolahan bahan baku dari produk unggulan internal hingga penyaluran makanan ke sekolah-sekolah.
“Inisiatif ini merupakan kontribusi kampus agar ilmu pengetahuan benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat. Kami ingin bergerak dari hulu ke hilir, dari kampus untuk masyarakat,” kata Jamaluddin.












