Anggota DPR Ungkap WNI Ditahan Junta Myanmar, Minta Kemlu Ambil Langkah Diplomatik

- Admin

Selasa, 1 Juli 2025 - 19:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Jakarta –Anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, mengungkap bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) yang juga dikenal sebagai selebritas media sosial, saat ini ditahan oleh junta militer Myanmar. Informasi tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Abraham menyebut WNI berusia 33 tahun tersebut dituduh oleh otoritas Myanmar telah membantu mendanai kelompok pemberontak. Namun, menurutnya, tidak ada bukti bahwa yang bersangkutan berniat terlibat dalam konflik yang terjadi di negara tersebut.

“Dia dituduh bahwa dia mendanai pemberontak Myanmar. Anak muda, Pak. Umurnya seumuran saya, 33, masih muda. Padahal dia tidak ada niat untuk seperti itu,” ujar Abraham dalam rapat.

Abraham menegaskan bahwa WNI tersebut hanya merupakan pembuat konten dan bukan pelaku kejahatan. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, guna membahas upaya diplomatik terkait penahanan tersebut. Ia mendorong agar Kemlu RI segera mengambil langkah-langkah diplomatik untuk memulangkan yang bersangkutan.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Sugiono tidak memberikan pernyataan secara spesifik terkait kasus selebgram yang ditahan. Ia hanya mengimbau agar seluruh WNI mencari informasi sebelum bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang sedang mengalami instabilitas politik seperti Myanmar.

“Seperti kita ketahui, Myanmar sekarang sedang dilanda perang saudara. Ini juga menimbulkan kesulitan sendiri karena urusan dengan pemerintah atau urusan dengan junta Myanmar tidak berarti menyelesaikan urusan dengan tempat-tempat lain di Myanmar yang semuanya juga membutuhkan pendekatan masing-masing,” ujar Sugiono.

Sugiono menambahkan bahwa informasi terkait keamanan negara tujuan dapat diakses melalui portal Safe Travel, dan mengimbau seluruh WNI untuk senantiasa melaporkan diri melalui platform Peduli WNI.

Berita Terkait

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual
Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan
Pelaku Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Berawal dari Permintaan Uang Rp500 Ribu
Kasus Penjualan Anak di Makassar Terkuak, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru
Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Naik ke Tahap Penyidikan
Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:24 WITA

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Kamis, 9 April 2026 - 18:18 WITA

Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan

Senin, 6 April 2026 - 19:35 WITA

Pelaku Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Berawal dari Permintaan Uang Rp500 Ribu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:39 WITA

Kasus Penjualan Anak di Makassar Terkuak, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:10 WITA

Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:25 WITA

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Naik ke Tahap Penyidikan

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Berita Terbaru