Komunikasi Virtual dan Ekspresi Semangat Menyambut Bulan Ramadhan 1445 Hijriah

- Admin

Minggu, 10 Maret 2024 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : DR. ABD.MAJID, S.Sos.I., M.Si.
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra UMI

Oleh : DR. ABD.MAJID, S.Sos.I., M.Si. Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra UMI

Oleh : DR. ABD. MAJID, S.Sos.I., M.Si.
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra UMI

Mufasyahnews.com, Makassar – Semarak dan keberkahan Bulan Suci Ramadhan kembali kita rasakan, inilah bulan yang menghadirkan segenap umat Islam semakin terlihat mengeliat dalam melaksanakan ibadah membentuk kenangan terindah dan mendalam dihati seorang muslim, tak terkecuali orang besar atau kecil, tua atau muda, laki-laki dan perempuan semua akan larut dalam suasana religuitas yang tercipta, ketika hilal dan bulan sabit muncul menandai bahwa permulaan Ramadhan telah tiba. Telebih lagi ketika Meteri Agama Republik Indonesia menyampaikan sambutannya setelah sidang Isbat bahwa satu Ramadaan tahun ini telah tiba.

Ekspresi kesenangan dan Komunkasi Manyambut Ramdahan

Perasaan haru, riang gembira, sedih, bahagia, sehingga tidak sedikit yang meneteskan air mata sebagai bentuk ekspresi kegembiraan yang tak terbendung akan kerinduan bulan termulia ini, semua unsur pemerintah, pejabat, karyawan swasta, pelajar serta rakyat biasa yang mayoritas dan seluruh umat Islam di dunia menyonsong Ramadhan dengan hati yang senang berbagai ekspresi yang ditampilkan baik secara langsung maupun melalui media sosialnya, seolah menjadi saksi bahwa Ramadhan tahun ini menjadi momen yang sangat Indah untuk menabur kebaikan.

Kehadiran era digital mewarnai ekspresi dengan momen ini untuk update status dengan mengicapkan Marhaban yaa Ramdhan. Swasana terharunya kita dengan Ramadhan ini juga cenderung menyita penguna media sosial seperti WhatsApp, Facebook, twitter, Instagram dan tik-tok berbagi informasi ibarat sebagai negara maka sudah menjadi negara terbesar menyambut Ramadhan.

Terlepas dari kecepatan dan masifnya pengguna media sosial sangat besar peranannya dalam menggeliatkan semangat beragama dan menggelar ritual keagamaan di ruang virtual semakin semarak. Tidak terkecuali kegiatan keagamaan seperti pengajian, shalawatan, do’a, dzikiran, tahlilan, ngaji online, dan kajian keilmuan yang sifatnya daring (dalam jaringan) yang secara terjadwal selama Ramadhan.

Pemanfaatan media digital dalam ranah keagamaan atau cyber religion, di mana ekspresi keberagamaan terwakilkan melalui ruang siber. Keberadaan digital ikut mendeterminasi makna ritual keagamaan menjadi titik tekan masifnya kegiatan keagamaan di dunia virtual. Relasi komunikasi digital, waktu dan entitas sosial media menjadi kebutuhan tidak dipisahkan.Maraknya ritual keagamaan di sosial media turut mendorong lahirnya fenomena komunikasi keagamaan sebagai upaya mendekatkan diri kepada penciptaNya.

Penggunaan berbagai platform aplikasi seperti video call, live Youtube, google meet dan zoom meeting sebagai potret bentuk komunikasi virtual untuk mempertemukan entitas dalam satu jaringan, selama terhubung online dalam menjalin silaturahmi dan meningktakan semangat Ibadah. Entitas disatukan dalam suatu platform digital dengan berbaur menjadi satu.

Kehadiran kases media ini sebagai alternatif yang dirasakan lebih efesien dalam menghadirkan berbagai entitas untuk mengekspresikan keberagamaannya dalam bentuk kegiatan tahlilan online, kajian keilmuan online, seminar motivasi Islami, pengajian online, kurma (Kuliah Ramadhan) dan aktivitas keagamaan menjadi komunitas jamaah yutubiah dan zoomiah.

Komunikasi Digital mereduksi Ruang Entitas Beribadah

Kehadiran teknologi memudahkan interaksi antar entitas dalam aplikasi google meet atau live streaming Facebook misalnya berlangsung khusyuk, lancar dan kondusif selama koneksi internet baik. Dalam fitur tersebut terdapat tombol audio, future kamera, virtual background (latar belakang), bahkan kolom komentar yang dapat dipergunakan pengguna merespon balik baik berbentuk pertanyaan, kritik ataupun saran. Akses internet untuk menciptakan iklim religius yang termanifestasikan dalam pola komunikasi keagamaan masyarakat muslim menjadi lebih efisien, interaktif, dan komunikatif. Kegiatan spiritual keagamaan dalam Ramadhan tahun ini akan terdokumentasikan dan melekat dalam citra diri masyarakat muslim sebagai komitmen dalam meningkatkan ketaqwaaan kepada Allah SWT.

Tren komunikasi virtual dalam beribdah yang dibangun justru bergerak sangat dinamis dan dapat menembus ruang dan waktu serta siapapun dapat berpartisipasi selama terhubung online. Media sosial menggonstruksi komunitas virtual, yaitu sebuah kelompok yang terbentuk akibat jaringan internet yang bersifat demokratis dan terbuka. Pola komunikasi keagamaan masyarakat muslim menuntut untuk berpikir kreatif dan produktif dalam menghasilkan sesuatu yang baru. Kecepatan dan kemudahan yang ditawarkan sistem Komunikasi digital dan dapat menjangkau batas wilayah meski daerah terisolir sekalipun untuk saling terhubung satu sama lain.

Praktik keagamaan dalam pelaksanaan Amaliah Ramadhan dnegan sistem live streaming media sosial yang dihadirkan dalam Majelis Virtual dapat menciptakan khalayak untuk berpartisipasi, berdialog secara langsung dan terlibat percakapan secara intim dengan orang lain meskipun di lokasi yang berbeda. Tidak terkecuali pada komunikasi keagamaan yang melibatkan dan mempertemukan antar masyarakat muslim.

Komunikasi dalam ritual di ruang digital relevan dengan dinamika keagamaan sebagaimana QS. Al-Hujurat Ayat 13: Artinya :Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu menjadi saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.

Kemajemukan yang terjadi di ruang virtual memegang sikap inkusivitas. Adanya pengakuan tetap menjaga perilaku komunikasi bertutur yang sehat dan perilaku bermediasi dengan baik, sehingga melahirkan karakter masyarakat muslim yang religius, harmonis dan moderat. Pada gilirannya, upaya untuk memperoleh kesejahteraan hidup, kemaslahatan hidup, dan kesejahteraan hidup akan tercapai di dunia nyata.

Komunikasi digital mendorong kegiatan spiritual seperti tahlilan online, pengajian, kajian keilmuan ataupun seminar motivasi Islami memupuk ketaqwaan Meskipun tradisi komunikasi keagamaan di ruang digital sedikit menggeser perilaku entitas keagamaan yang pada dasarnya dilaksanakan secara tatap muka, di majelis taklim yang digelar secara lengsung dimasjid, kantor dan pusat kegiatan Islam lainnya.

Komunikasi keagamaan menjadi lebih cepat tersampaikan kepada khalayak karena partisipasi aktif proses komunikasi lebih terlihat dan menimbulkan umpan balik. Penyesuaian budaya komunikasi secara virtual ini menuntut setiap kalangan untuk terbiasa menggunakan aplikasi digital baik dalam konteks komunikasi monolog dan dialog dengan penanaman komitmen menyebarkan nilai Agama secara rutin misalnya dengan update pada komunitas dengan one day one ayat dan Hadis pada group WhatsApp yang bertujuan merespon permasalahan yang dihadapi oleh umat.

 

Kembali Memaknai Ruang dan Waktu Istimewa pada Bulan Ramadhan

Salah satu nikmat yang dianugerakan Tuhan kepada umat manusia adalah menciptakan waktu yang terpilih dan terbaik untuk aktivitas ibadah. Pemaknaan waktu-waktu yang datang secara rutin tergantung bagaimana kita meresposnya untuk berbuat terbaik, Berdasarkan tingkatannya ada waktu penting sifanya harian, pekanan, bulanan, tahunan. Pernyaannya kemudian adalah kenapa Allah Swt secara rutin memberikan kita waktu yang istimewa? Allah mengetahui, bahwa banyak manusia yang melewatkan waktu tanpa adanya perbaikan spiritual, moral dan material, selain itu manusia juga adalah mahluk yang lemah harus dimotivasi, untuk berbuat amal kebaikan kerena kualitas imannya kadang naik dan kadang turun, maka perlu dorongan memanfaatkan waktu yang Mustajab tersebut untuk ibadah dan amal sholeh. Karena sebaik-baiknya waktu adalah dimanfaatkan untuk berfikir, berzikir, tafakkur kepada Allah.

Kehidupan beragama juga semakin modern ditengah hiruk-pikuknya penggunaan teknologi yang mempengaruhi cara manusia menggunakan waktu yang semakin cepat yang disebut speed up competition dan ditandai adanya pergeseran nilai penggunaan tempat place ke penggunaan space atau ruang, dalam konteks ini seperti prinsip orang-orang barat bahwa ‘time is money’ atau ‘waktu adalah uang’, namun bagi seorang muslim khusunya momen Ramadhan waktu lebih mulia dan lebih berharga dari itu. waktu adalah pahala, waktu adalah rezeki dan limpahkan Rahmat Allah, waktu adalah kesempatan untuk membekali dirinya dengan ketaatan.

Seorang hamba yang menyadari betapa berharganya waktu dan betapa agungnya nikmat waktu tersebut, jika benar-benar mengetahui hakikat waktu dan kedudukannya dalam kehidupan ini. hakikat “waktu” yang sejatinya adalah umur manusia dan masa hidup yang dibareingi perbaikan kualitas ibadah kepada Allah. Tahun demi tahun, bulan demi bulan, hari demi hari, semuanya merupakan modal investasi yang diberikan kepada hamba-Nya di kehidupan dunia ini. Mengapa demikian? Karena tidaklah satu hari berlalu dari kehidupan kita, kecuali umur kita pun ikut berkurang, bagi kehidupan seorang muslim yang mengargai betapa pentingnya waktu ada empat tingkatan waktu sangat penting untuk dijadikan beribadah yang datang silih berganti yakni:

Pertama adalah sifatnya harian, dimana dalam satu hari 1 -24 jam ada waktu yang sangat istimewa yaitu waktu sholat lima waktu yang telah datur oleh Allah Swt, karena pada saat itu ada energi positif yang diberikan bagi yang mendirikan sholat secara tepat waktu. Selain itu dalam setiap malam ada waktu yang sangat utama disepertiga malam terakhir Nabi Muhammad Saw dalam Hadisnya: “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu dia berkata: ‘siapa yang berdoa pada-ku, aku akan memperkenankan doanya. siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan kuberi. dan siapa yang meminta ampun pada-ku, pasti akan kuampuni’.” (HR. Buhari-Muslim)

Kedua adalah waktu yang sifatnya mingguan atau jatuhnya dalam pekanan, diatara 7 hari yang diciptakan oleh Allah ada satu hari istimewa dalam satu pekan adalah hari Jumat, hari yang penuh keberkahan Nabi Muhammad Saw, menyampaikan bahwa “inna afdala ayyamikum yaumil jum’aah: fa aksiru ala salawati fiihi: sehingga perbanyaklah membaca sholawat untuk mendapatkan keberkahan, jangan justru menganggap malam Jumat adalah malam angker apalagi Jumat kliwon yang akan membuat untuk surut beribadah. Bahkan,hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam penghulunya hari yang ada.

Ketiga adalah waktu yang sifatnya bulanan dalam satu bulan itu ada hari istimewa yang kita dianjurkan untuk berpusa dihari-hari itu; yang disebut: Ayyamul Bidh yakni berpusa setiap hari 13,14, 15 pada Bulan Hijriah dari ‘Abdullah Bin ‘Amr Bin Al ‘Ash, bahwa Rasulullah Saw bersabda,“puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Buhari). Puasa Bidh juga disebut puasa putih, karena saat itu bulan purnama dengan terang menderang menyinari bumi, menerangi agar hati kitapun cahaya dan tercerahkan.

Keempat waktu yang sifanya tahunan yaitu kehadiran Bulan yang Mulia Ramadhan yang dirindukan dan puasa bentuk ibadah wajib yang paling membekas dan mendalam pada jiwa muslim, berbagai pengalaman selama sebulan menyertai, waktu berbuka, tarawih dan makan sahur membentuk kenangan mendalam kita dari sejak anak-anak hingga dewasa. Maka Ramadhan menjadi waktu istimewa setiap tahun yang disambut dengan ekspresi kegembiraan syiar dan totalitas beribadah, Nabi Muhammad Saw, bersabda” jika awal ramadhan tiba, maka setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. lalu ada seruan (pada bulan ramadhan): wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. pada setiap malam Allah swt memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka (hr tirmidzi).

Keistimewaan Ramadhan sesungguhnhya menyangkup segala bentuk tahapan keistimewaan waktu yang ada baik secara Harian, Mingguan dan Bulanan serta Tahunan, sehingga memahami kemuliaan tersebut harus desertai dengan persiapan untuk menjalankan agar kualitas beribadah dibulan Ramadhan semakin meningkat dari Tahun-ke Tahun.

Ekspresi Komunikasi dan Persiapan Kemenangan di Bulan Ramadhan

Maka siapun yang gagal memanfaatkan kesempatan emas ini maka dia telah gagal mendapatkan kebaikan “fihi lalaitun hairun minalfi syahrin: didalamnya adalah satu malam terbaik, dan Ayyaman madudat “ hari-hari yang sangat terbatas, penting memahami supaya sukses dan kita mendapatkan kemenangan maka kita harus siap menjemput kedatangan bulan ramadhan: tau perencanaan: dengan persiapan apa: ya persiapan lahir dan batin, jasmani dan rohani tubuh dan hati, apa persiapan kita menyambut ramadhan dengan pertama pesiapan batin: pertama senang, kenepa kita harus senang karena itu karunia, kenapa harus memanfaatkan karunia jika kita senang menjalankan ibadahnya terasa ringan, Rasulullah sangat gembira dengan datangnya Ramdhan megatakan bulan Ramdahan telah tiba sehingga kita sambut dengan mengucapkan Marhaban yaa Ramadhan.

Segera bertaubat, membersihkan hati dengan taubat” siapa yang tidak antara kita yang tidak punya banyak dosa” apa efeknya dosa dalam hati kita- hati hitam, gelap, gelisa, malas” jika baca quran barus satu ayat ngantuk, orang yang beriman diminta taubat “QS. Attahrim Ayat 8, Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Panggilan terakhir untuk kaum mukmunin” jika kita bertaubat maka, maka hati yang awalnya hitam jadi putih, hati yang kotor jadi bersih, hati yang stress menjadi segar, malas menjadi semangat.

Selain itu mari bertawakkal menggantungkan diri kepada Allah, bahwa amalan-amalan yang tidak mungkin kita kerjakan jika bukan pertolongan-Nya, jangan menganggap kekuatan diri sendiri, kita bisa puasa dengan baik, zikir dengan baik, sholat dengan baik sedekah dengan baik dan bisa dapat laiatul qadar diampuni dosa-dosa karena Ridho-Nya.

Persiapan lahir kita agar sukses menghadapi Ramadhan yaitu dengan persiapan fisik banyak berpuasa dibulan Syabban agar tidak kelelahan dalam Ramadhan, selain itu” Nabi Menjelaskan bahwa “amalan satu tahun dilaporkan, pelaporan, subuh dan ashar, seniin dan kamis, tahunan setiap bulan syabban, jika tidak ada persiapan maka akan kelelahan.kemudian dengan ilmu belajar, mengaji tentang ilmu tentang amal imalah ramadahan”: jika sudah terlihat hilal, seperti bulan sabit mulailah berpuasa ketika melihat hilal dan beridul fitrilah ketika melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya. bila penglihatan kalian tertutup mendung maka sempurnakanlah bilangan (Bulan sya’ban) menjadi tiga puluh hari.”

Ilmu tentang sahur” Imsak sampai masuk waktu subuh waktu fajar. silakan makan-silakan minum sampai terbit fajar, sekitar 30-20 menit sebelum adsan subuh, karena ada keberkahan dalam setiap sahur, dan dianjurkan mengakhirkan waktu sahur semoga diberkahi Allah Assawajallah. Kembali memperhatikan ilmu apa saja yang membatalkan puasa dan yang tidak membatalkan puasa? karena masyarakat kita masih banyak yang sebenarnya tidak membatalkan puasa dianggap membatalkan” contohnya menangis, menelan ludah kita, atau tidak sengaja makan dan minum karena lupa, bersiwak, mimpi basah serta hal-hal yang lain, yang perlu diketahui tentu harus dengan mepelajari fiqih puasa dan rangkaian Amaliah Ramadahan.

Menjaga kualitas Puasa dan sholat tarawih bisa memilih 11 rakaat atau 23 rakaat semuanya memiliki dasar, yang terpenting adalah menjaga tingkat kehusyuannya dan tumaninah hal itu sebagai rukun sema-mata mengejar Riho Allah Swt, jika ditinggalkan maka itu batal, mari dengan semangat, niat, tawakkal, tobat serta persiapan ilmu dan amal Ramadhan tahun ini lebih berkulitas. Ramadhan sebagai pendidikan membuat kehidupan terarah, dan ekspresi komunikasi dalam ibadah pada media digital membuat ibadah dinamis dan semakin berkualitas.

Berita Terkait

Refleksi Hari Komunikasi Internasional: Tantangan Studi Komunikasi di Era Inovasi dan Distrupsi Sosial
Dimensi Komunikasi Vertikal Puasa Ramadan Melahirkan Kesalehan Horizontal
Program Keluarga Harapan Bukan Milik Partai Politik Tertentu
Melawan Stigma HIV/AIDS: Peran Kita Sebagai Mahasiswa
Pengurus Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Sulawesi Selatan akan Gelar Tudang Sipulung dan Rapat kerja
Digitalisasi, Cut Off Analog dan Nasib Penyiaran Lokal
Etika dan Budaya Kehidupan Kampus
Wujudkan Pelaksanaan Pemilu Berintegritas Dan Profesional

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:33 WIB

Refleksi Hari Komunikasi Internasional: Tantangan Studi Komunikasi di Era Inovasi dan Distrupsi Sosial

Senin, 18 Maret 2024 - 15:50 WIB

Dimensi Komunikasi Vertikal Puasa Ramadan Melahirkan Kesalehan Horizontal

Minggu, 10 Maret 2024 - 14:53 WIB

Komunikasi Virtual dan Ekspresi Semangat Menyambut Bulan Ramadhan 1445 Hijriah

Minggu, 4 Februari 2024 - 07:51 WIB

Program Keluarga Harapan Bukan Milik Partai Politik Tertentu

Rabu, 6 Desember 2023 - 07:08 WIB

Melawan Stigma HIV/AIDS: Peran Kita Sebagai Mahasiswa

Sabtu, 11 November 2023 - 08:14 WIB

Pengurus Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Sulawesi Selatan akan Gelar Tudang Sipulung dan Rapat kerja

Senin, 16 Oktober 2023 - 08:41 WIB

Digitalisasi, Cut Off Analog dan Nasib Penyiaran Lokal

Jumat, 15 September 2023 - 16:57 WIB

Etika dan Budaya Kehidupan Kampus

Berita Terbaru