Nadiem Makarim Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Google Cloud

- Admin

Kamis, 7 Agustus 2025 - 14:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com,  Jakarta – Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (7/8/2025). Ia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan layanan Google Cloud di lingkungan Kemendikbudristek.

Nadiem tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 09.19 WIB. Ia tampak mengenakan kemeja lengan panjang dan didampingi oleh tim kuasa hukumnya, termasuk pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Setibanya di lokasi, Nadiem dan tim hukum langsung menuju meja registrasi. Setelah itu, mantan menteri di era Presiden Joko Widodo tersebut terlihat naik ke lantai dua gedung seorang diri untuk menjalani pemeriksaan.

KPK saat ini sedang mengusut dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan perangkat lunak Google Cloud. Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan dan belum ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Perlu diketahui, perkara ini berbeda dengan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Asep menjelaskan, pengadaan Chromebook berkaitan dengan pengadaan perangkat keras, sedangkan kasus Google Cloud menyangkut pengadaan perangkat lunak.

Meski begitu, Asep belum memberikan keterangan lebih rinci terkait proses penyelidikan kasus tersebut, karena penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan.

Dalam proses penyelidikan ini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Fiona Handayani, yang merupakan Staf Khusus Mendikbudristek pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim.

Berita Terkait

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual
Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan
Pelaku Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Berawal dari Permintaan Uang Rp500 Ribu
Kasus Penjualan Anak di Makassar Terkuak, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru
Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Naik ke Tahap Penyidikan
Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:24 WITA

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Kamis, 9 April 2026 - 18:18 WITA

Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan

Senin, 6 April 2026 - 19:35 WITA

Pelaku Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Berawal dari Permintaan Uang Rp500 Ribu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:39 WITA

Kasus Penjualan Anak di Makassar Terkuak, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:10 WITA

Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:25 WITA

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Naik ke Tahap Penyidikan

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Berita Terbaru