Pemerintah Larang Pengibaran Bendera One Piece, Dinilai Ganggu Kesakralan HUT RI

- Admin

Senin, 4 Agustus 2025 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com,  Jakarta – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, fenomena pengibaran bendera bajak laut “Jolly Roger” dari serial anime One Piece menjadi perbincangan publik. Aksi ini menuai respons serius dari pemerintah yang menilai pengibaran bendera non-resmi tersebut berpotensi melanggar hukum dan mencederai kesakralan peringatan kemerdekaan.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa negara berhak melarang pengibaran bendera semacam itu. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum sekaligus bentuk makar yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

“UU Nomor 12 Tahun 2005 yang meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik memberi ruang bagi negara untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional,” ujar Pigai.

Menurutnya, pelarangan ini sesuai dengan norma hukum internasional dan mendapat dukungan dari komunitas global, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menekankan bahwa langkah ini bukanlah bentuk pembatasan kebebasan berekspresi, melainkan bagian dari upaya menjaga kepentingan nasional.

“Pelarangan tersebut tidak ada hubungannya dengan membatasi kebebasan warga. Ini demi core of national interest, yakni kebebasan yang memang secara sah bisa dibatasi oleh negara,” tegas Pigai.

Senada dengan itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta masyarakat menjaga kesakralan peringatan kemerdekaan dengan tidak mengibarkan bendera selain Merah Putih.

“Kami sebagai pemerintah dan tentunya kita semua berharap, di bulan Agustus ini janganlah ternodai dengan hal-hal yang tidak sakral,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Prasetyo mengaku menghargai kreativitas komunitas pecinta One Piece, namun menilai hal itu menjadi masalah jika digunakan untuk mengalihkan makna Hari Kemerdekaan.

“Kalau kreativitas dari teman-teman komunitas, tentu kita hormati. Tapi kalau sampai mengajak orang mengibarkan bendera selain Merah Putih, itu sudah tidak benar,” kata Prasetyo.

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan HUT RI adalah momen mengenang jasa pahlawan, yang seharusnya dirayakan secara khidmat dan sesuai semangat nasionalisme.

Berita Terkait

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual
Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan
Pelaku Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Berawal dari Permintaan Uang Rp500 Ribu
Kasus Penjualan Anak di Makassar Terkuak, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru
Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Naik ke Tahap Penyidikan
Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup
Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 18:24 WITA

Berawal dari Chat Grup Tak Senonoh, 16 Mahasiswa FH UI Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Kamis, 9 April 2026 - 18:18 WITA

Penyidikan Cepat Kasus Andrie Yunus Tuai Sorotan, Empat Tersangka Ditetapkan

Senin, 6 April 2026 - 19:35 WITA

Pelaku Penganiayaan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Berawal dari Permintaan Uang Rp500 Ribu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:39 WITA

Kasus Penjualan Anak di Makassar Terkuak, Polda Sulsel Ungkap Fakta Baru

Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:10 WITA

Polda Metro Jaya Rilis CCTV Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:25 WITA

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Naik ke Tahap Penyidikan

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:48 WITA

Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran, Mojtaba Khamenei Serukan Persatuan Iran dan Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup

Senin, 9 Maret 2026 - 20:49 WITA

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Baru Iran, Trump: “Saya Tidak Senang”

Berita Terbaru