Mufasyahnews.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi luar negeri ke kawasan Timur Tengah dengan melakukan kunjungan kenegaraan di Amman, Yordania, pada 24–25 Februari 2026. Kepala Negara dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, pada Rabu (25/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi agenda utama kunjungan Presiden di Yordania. Kedua pemimpin membahas dua fokus utama, yakni strategi pemulihan Gaza, Palestina, serta penguatan kerja sama investasi multisektor.
Isu Palestina menjadi perhatian penting mengingat Indonesia dan Yordania tergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza bersama sejumlah negara lain. Forum tersebut berupaya mendorong gencatan senjata permanen, menciptakan perdamaian, dan mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Yordania memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Israel dan wilayah Tepi Barat.
Selain isu kemanusiaan, pertemuan ini juga menindaklanjuti hasil pembahasan sebelumnya di Jakarta pada November 2025. Saat itu, Yordania mengundang Indonesia berinvestasi pada sejumlah proyek strategis, seperti pembangunan pipanisasi gas, jalan tol, dan sektor logistik.
Kedua negara juga mematangkan kerja sama di berbagai bidang, meliputi pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, wakaf dan keagamaan, hingga sains dan teknologi.
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono.












