Personel Polsek Tinggimoncong Mendatangi TKP Penemuan Mayat Remaja Terseret Arus Sungai di Garassi

- Admin

Minggu, 11 Februari 2024 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Polsek Tinggimoncong turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Batta-battayya, Kelurahan Garassi

Personel Polsek Tinggimoncong turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Batta-battayya, Kelurahan Garassi

Mufasyahnews.com, Gowa – Personel Polsek Tinggimoncong turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sungai Batta-battayya, Kelurahan Garassi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Korban, lelaki Aprianyo (17 tahun), ditemukan meninggal setelah terpeleset dan terseret arus saat mencoba menyeberangi sungai bersama rekannya, Minggu (11/02/2024).

Identitas saksi-saksi, Aprianto (15 tahun), Aan (17 tahun) dan Fadil (29 tahun), juga tercatat dalam kejadian ini. Kronologis kejadian menyebutkan bahwa korban dan rekannya tiba di Garassi pada hari minggu tanggal 11 Februari 2024 sekitar pukul 04.00 Wita, lalu beristirahat disalah satu rumah warga kemudian menuju Bukit Sarigang untuk kegiatan dokumentasi (foto-foto).

Pukul 14.00 Wita, dari bukit sarigan mereka berencana pulang ke Makassar melalui sungai Batta battaya. Nahasnya saat menyeberangi sungai melalui titian (jembatan kecil) korban terpeleset hingga jatuh terbawa arus sungai yang deras, melihat kejadian tersebut ketiga rekannya hendak menolong namun tak mampu diakibatkan arus sungai yang sangat kuat. Masyarakat setempat dilibatkan dalam pencarian dan korban akhirnya ditemukan tersangkut di kayu dan batu tepi sungai sekitar 1 (satu) kilo meter dari lokasi kejadian.

Personel Polsek Tinggimoncong bersama personil Polsubsektor Parigi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tinggimoncong IPTU Anwar, S.E., melakukan proses penanganan di TKP.

Kapolsek juga mengungkapkan, Identitas korban dan saksi sudah kami datakan, sementara dengan pihak keluarga korban disarankan untuk autopsi namun keluarga korban menolak bahwa itu sudah takdir ilahi, kami ikhlas menerima dan menyampaikan surat penolakan autopsi.

“Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya arus sungai di wilayah tersebut dan berharap agar kejadian ini dapat memberikan pelajaran tentang keamanan saat menyeberangi sungai, terutama di daerah sungai yang rawan arusnya deras,” ungkap IPTU Anwar.

Berita Terkait

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi
PBNU Kecam Dugaan Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding
Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI
Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi
Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras
Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WITA

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:26 WITA

Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:17 WITA

Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:36 WITA

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Kamis, 30 April 2026 - 08:06 WITA

Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras

Kamis, 30 April 2026 - 08:03 WITA

Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WITA

Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Kamis, 23 April 2026 - 14:09 WITA

Berawal dari Instagram, Remaja 17 Tahun Jadi Korban Pelecehan di Makassar

Berita Terbaru