Jokowi Penuhi Panggilan Bareskrim untuk Klarifikasi Dugaan Ijazah Palsu

- Admin

Selasa, 20 Mei 2025 - 11:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memenuhi undangan Bareskrim Polri pada Selasa pagi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pemalsuan ijazah yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA). Kehadiran Jokowi dikonfirmasi oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, yang menyatakan bahwa Jokowi akan hadir sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, pada Jumat (9/5), Jokowi melalui kuasa hukumnya telah menyerahkan ijazah asli SMA dan universitasnya kepada Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Penyerahan dokumen tersebut dilakukan oleh adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto, dan ajudan pribadinya, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, mengingat sensitivitas dokumen tersebut.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung hari ini, Jokowi menjawab 22 pertanyaan yang mencakup riwayat pendidikannya dari tingkat SD hingga universitas, termasuk skripsi dan aktivitas kemahasiswaannya. Setelah memberikan keterangan, Jokowi juga mengambil kembali ijazah asli yang sebelumnya diserahkan kepada Bareskrim.

Penyelidikan terhadap dugaan pemalsuan ijazah ini berawal dari laporan TPUA yang diajukan pada Desember 2024, serta laporan informasi dari Eggi Sudjana pada April 2025. Pihak Bareskrim telah menyatakan bahwa proses penyelidikan telah mencapai 90 persen, dengan sisa proses berupa uji laboratorium forensik terhadap ijazah yang diserahkan.

Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, menyatakan bahwa penyerahan ijazah asli merupakan bentuk komitmen Jokowi dalam mendukung proses penyelidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

Hingga saat ini, hasil uji laboratorium forensik terhadap ijazah Jokowi belum diumumkan. Pihak Bareskrim Polri akan memberikan informasi lebih lanjut setelah proses tersebut selesai.

Langkah Jokowi dalam memenuhi panggilan Bareskrim dan memberikan klarifikasi secara langsung menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan penegakan hukum.

Berita Terkait

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi
PBNU Kecam Dugaan Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding
Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI
Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi
Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras
Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WITA

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:26 WITA

Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:17 WITA

Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:36 WITA

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Kamis, 30 April 2026 - 08:06 WITA

Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras

Kamis, 30 April 2026 - 08:03 WITA

Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WITA

Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Kamis, 23 April 2026 - 14:09 WITA

Berawal dari Instagram, Remaja 17 Tahun Jadi Korban Pelecehan di Makassar

Berita Terbaru