Ledakan Saat Pemusnahan Amunisi TNI AD di Garut Tewaskan 13 Orang

- Admin

Senin, 12 Mei 2025 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Sebuah ledakan tragis terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi. Insiden tersebut mengakibatkan 13 orang tewas, terdiri dari empat personel TNI dan sembilan warga sipil.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan dilakukan oleh personel Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum pelaksanaan, telah dilakukan pengecekan terhadap personel dan lokasi peledakan. Dua lubang telah digali dan amunisi ditempatkan untuk dimusnahkan.

“Peledakan di dua lubang ini berjalan dengan sempurna dalam kondisi aman,” kata Brigjen Wahyu.

Namun, saat tim sedang menyusun detonator untuk sesi peledakan berikutnya, terjadi ledakan mendadak dari salah satu lubang yang telah digunakan sebelumnya. Ledakan tersebut menewaskan 13 orang, termasuk Kolonel Cpl. Antonius Hermawan, Kepala Gudang Pusat Amunisi III.

Adapun warga sipil yang menjadi korban meninggal antara lain Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar, Iyus bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Totok, Dadang, Rustiawan, dan Endang.

Saat ini, TNI AD tengah melakukan investigasi guna mencari tahu penyebab pasti ledakan. Lokasi kejadian juga telah disterilkan untuk mencegah potensi bahaya lanjutan.

Sementara itu, lembaga pengamat militer mengkritisi kemungkinan adanya kelalaian prosedur, terutama karena adanya korban jiwa dari masyarakat sipil. Tragedi ini menjadi peringatan keras pentingnya penerapan prosedur keamanan yang ketat dalam pemusnahan bahan peledak.

Berita Terkait

TPNPB Klaim Serang Rombongan Freeport di Papua, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Senjata Dirampas
Pengamat Publik Buka Tabir Ijazah Jokowi, Sensor Dokumen KPU Dibongkar ke Publik
KPK Sita Aset Rp40,5 Miliar Usai Geledah Kantor Bea Cukai dan Rumah Tersangka Kasus Suap Importasi
Polisi Pastikan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tanjung Priok Dalam Kondisi Waras
Diperiksa Polisi, Rocky Gerung Nilai Riset Ijazah Jokowi Sesuai Prosedur Akademik
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Ungkap Dugaan Aliran Dana ke Partai
Polisi Pastikan Reza Oktovian Ada di Lokasi Saat Lula Lahfah Meninggal
Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK Mengenai Kasus Kuota Haji

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:03 WITA

TPNPB Klaim Serang Rombongan Freeport di Papua, Satu Prajurit TNI Gugur dan Dua Senjata Dirampas

Senin, 9 Februari 2026 - 14:12 WITA

Pengamat Publik Buka Tabir Ijazah Jokowi, Sensor Dokumen KPU Dibongkar ke Publik

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:30 WITA

KPK Sita Aset Rp40,5 Miliar Usai Geledah Kantor Bea Cukai dan Rumah Tersangka Kasus Suap Importasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:16 WITA

Polisi Pastikan Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tanjung Priok Dalam Kondisi Waras

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:27 WITA

Diperiksa Polisi, Rocky Gerung Nilai Riset Ijazah Jokowi Sesuai Prosedur Akademik

Senin, 26 Januari 2026 - 17:11 WITA

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Ungkap Dugaan Aliran Dana ke Partai

Senin, 26 Januari 2026 - 15:03 WITA

Polisi Pastikan Reza Oktovian Ada di Lokasi Saat Lula Lahfah Meninggal

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:28 WITA

Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK Mengenai Kasus Kuota Haji

Berita Terbaru