TB Hasanuddin Kecam Keras Penembakan Rombongan Komnas HAM oleh KKB di Papua

- Admin

Selasa, 29 April 2025 - 14:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mufasyahnews.com, Makassar – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap rombongan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu (27/4/2025) pagi di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat, saat rombongan tengah melakukan pencarian terhadap Kasat Reskrim Polres Bintuni, Iptu Tomi Marbun, yang hilang sejak Desember 2024.​

“Ini jelas tindakan brutal yang mengancam kerja lembaga negara. Pemerintah harus bertindak tegas,” ujar Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).

Ia menilai tindakan KKB ini sudah melewati batas dan membahayakan upaya penegakan hukum serta perlindungan hak asasi manusia di Papua. ​

Hasanuddin menegaskan bahwa serangan tersebut bukan hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga merupakan serangan terhadap wibawa negara.

Ia mendesak TNI dan Polri untuk meningkatkan pengamanan serta melakukan langkah hukum tegas terhadap pelaku. “Kita tidak boleh membiarkan ini berulang.

Perlindungan terhadap petugas negara, termasuk Komnas HAM, adalah prioritas,” tambahnya. ​

Insiden penembakan terjadi saat Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, bersama empat anggota kepolisian, sedang melakukan aktivitas di sekitar sungai.

Tiba-tiba, dari seberang sungai, mereka ditembak oleh KKB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. ​

Hasanuddin juga menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif di Papua, dengan menggabungkan pendekatan keamanan, sosial, dan dialog.

Namun, ia menegaskan bahwa kekerasan bersenjata seperti yang dilakukan KKB harus dilawan secara tegas berdasarkan hukum. ​

Komnas HAM sendiri menyayangkan peristiwa penembakan tersebut dan mendorong semua pihak untuk tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam situasi apapun, terutama dalam menanggapi situasi yang terjadi di Papua.

Berita Terkait

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi
PBNU Kecam Dugaan Pemerkosaan Puluhan Santriwati di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding
Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI
Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi
Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras
Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:01 WITA

Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Mengaku Jalani Ritual Saat Diburu Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:26 WITA

Vonis Eks Dirut Pertamina Luhur Budi Diperberat Jadi 6 Tahun Penjara di Tingkat Banding

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:17 WITA

Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Memanas, Hakim Kritik Keras Empat Prajurit TNI

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:36 WITA

Dua Jaksa Palsu di Makassar Jalani Sidang Perdana, Didakwa Halangi Kasus Penyidikan Korupsi

Kamis, 30 April 2026 - 08:06 WITA

Hakim Minta Andrie Yunus Dihadirkan di Sidang Kasus Penyiraman Air Keras

Kamis, 30 April 2026 - 08:03 WITA

Sidang Perdana Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Jumat, 24 April 2026 - 14:30 WITA

Kabur Usai Mangkir dari Panggilan, Tersangka Korupsi Dana Hibah Kaltara Akhirnya Dibekuk di Makassar

Kamis, 23 April 2026 - 14:09 WITA

Berawal dari Instagram, Remaja 17 Tahun Jadi Korban Pelecehan di Makassar

Berita Terbaru