Mufasyahnews.com, Makassar – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, mengecam keras aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap rombongan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua.
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (27/4/2025) pagi di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat, saat rombongan tengah melakukan pencarian terhadap Kasat Reskrim Polres Bintuni, Iptu Tomi Marbun, yang hilang sejak Desember 2024.
“Ini jelas tindakan brutal yang mengancam kerja lembaga negara. Pemerintah harus bertindak tegas,” ujar Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4/2025).
Ia menilai tindakan KKB ini sudah melewati batas dan membahayakan upaya penegakan hukum serta perlindungan hak asasi manusia di Papua.
Hasanuddin menegaskan bahwa serangan tersebut bukan hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga merupakan serangan terhadap wibawa negara.
Ia mendesak TNI dan Polri untuk meningkatkan pengamanan serta melakukan langkah hukum tegas terhadap pelaku. “Kita tidak boleh membiarkan ini berulang.
Perlindungan terhadap petugas negara, termasuk Komnas HAM, adalah prioritas,” tambahnya.
Insiden penembakan terjadi saat Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, bersama empat anggota kepolisian, sedang melakukan aktivitas di sekitar sungai.
Tiba-tiba, dari seberang sungai, mereka ditembak oleh KKB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Hasanuddin juga menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif di Papua, dengan menggabungkan pendekatan keamanan, sosial, dan dialog.
Namun, ia menegaskan bahwa kekerasan bersenjata seperti yang dilakukan KKB harus dilawan secara tegas berdasarkan hukum.
Komnas HAM sendiri menyayangkan peristiwa penembakan tersebut dan mendorong semua pihak untuk tidak menggunakan pendekatan kekerasan dalam situasi apapun, terutama dalam menanggapi situasi yang terjadi di Papua.












