Mufasyahnews.com, Serdan Berdagai –Insiden penyerangan terhadap aparat penegak hukum kembali terjadi. Jaksa fungsional Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang, Jhon Wesli Sinaga (53), dan staf Tata Usaha Pidana Umum, Acensio Silvanov Hutabarat (25), menjadi korban pembacokan oleh dua orang tak dikenal di ladang sawit milik pribadi Jhon di Desa Perbaungan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.15 WIB saat kedua korban sedang memanen sawit. Dua pelaku datang mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna abu-abu, membawa tas pancing yang ternyata berisi senjata tajam berupa parang, dan langsung menyerang korban.
Akibat serangan tersebut, Jhon mengalami luka serius di lengan kiri atas dan bawah, sementara Acensio mengalami luka di lengan kiri bagian bawah. Keduanya sempat dirawat di RSUD Amri Tambunan, Deli Serdang, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Adre Situmorang, menyatakan bahwa luka yang dialami korban merupakan hasil upaya membela diri saat diserang oleh dua pelaku.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menegaskan bahwa setiap jaksa selalu mendapat pengawalan saat menjalankan tugas sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan mereka. Namun, ia menjelaskan bahwa pengawalan tersebut berlaku saat jaksa menjalankan tugas resmi, seperti persidangan di Pengadilan Negeri, dan dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam kasus ini, kejadian terjadi di luar dinas resmi.
Harli juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap jaksa dan keluarganya telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pelindungan Negara terhadap Jaksa dalam Melaksanakan Tugas dan Fungsi Kejaksaan Republik Indonesia. Perpres ini menetapkan bahwa jaksa beserta keluarganya berhak mendapatkan perlindungan negara yang diberikan oleh Polri, dan memungkinkan kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI jika diperlukan.
Sementara itu, pihak kepolisian telah berhasil menangkap dua pelaku pembacokan, yakni Alfa Patria Lubis dan Surya Darma. Keduanya kini telah diamankan di Mapolda Sumut dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Hingga kini, polisi belum merilis keterangan resmi mengenai motif pembacokan tersebut, namun proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Kejaksaan Negeri Deli Serdang berharap pihak kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dan membawa pelaku ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.












